Cara Membaca Label SKin Care

 Senin, 09 Maret 2015
Cara Membaca Label SKin Care

Salah satu hal yang paling penting sebelum kita membeli produk perawatan kulit adalah membaca komposisi produk. Masih banyak yang belum paham bagaimana cara mempelajari label produk dan kandungan apa saja yang harus dihindari.

Bahan – bahan kimia yang umum digunakan dalam produk Skin Care:

1. Emulsifier

Produk yang berbentuk krim atau lotion umumnya adalah campuran dari air dan minyak, yang kemudian campuran air dan minyak tersebut disebut emulsi, sehingga bahan yang menyatukan keduanya disebut sebagai emulsifier. Kebanyakan emulsifier itu berasal dari sintesa minyak bumi. Emulsifier ini secara umum dinilai cukup aman bagi kulit, namun berpotensi menimbulkan iritasi pada kulit sensitif. Contoh yang paling banyak ditemukan di label kosmetik:

Cetearyl Alcohol, Ceteareth-20, Cetyl Alcohol, Stearyl Alcohol

2. Pengawet Sintetis

Produk krim atau lotion pada umumnya adalah campuran air dan minyak. Kandungan air ini merupakan sumber tempat berkembangbiaknya bakteri, Untuk itu diperlukan bahan pengawet sintetis. Semua pengawet sintetis ini tidak aman bagi tubuh, dapat menimbulkan berbagai reaksi alergi dan berfifat karsinogenik. Contoh yang paling banyak ditemukan di label kosmetik:

Methyl Paraben, Propyl Paraben, Sodium Benzoate, Potasium Sorbate

3. Alcohol

Alcohol digunakan sebagai pelarut dan pengawet dalam produk skin care. Kandungan ini harus dihindari karena alcohol dapat mengiritasi dan mengeringkan kulit, merusak lapisan pelindung kulit, menyebabkan hiperpigmentasi dan penuaan dini. Contoh yang paling banyak ditemukan di label kosmetik: 

isopropyl alcohol, SD alcohol 40 and ethyl alcohol, ethanol, denatured alcohol, methanol , benzyl alcohol

4.Fragrance

Fragrance atau parfum sintetis mengandung phthalates, yang dapat menyebabkan iritasi,  menggangu system hormone, depresi dan gangguan system syaraf pusat.

5. SLS atau SLES

Merupakan singkatan dari Sodium Lauryl Sulfate dan Sodium Laureth Sulfate. DIgunakan sebagai penghasil busa pada produk pembersih. Dapat menyebabkan iritasi, gangguan hormone, besifat karsinigenik, bahkan dapat menyebabkan mutasi genetic.

6. Chemical Sunscreen

Bahan aktif yang banyak digunakan sebagai tabir surya yang cara kerjanya adalah meresap ke dalam kulit. Bahan ini menyebabkan alergi, gangguan hormone dan system reproduksi. Contoh yang paling banyak ditemukan di label kosmetik: 

Oxybenzode, Octylmethoxycinnamate, Avobenzone

Walaupun mungkin secara klinis apabila diuji di laboratorium bahan – bahan tersebut dinilai aman apabila digunakan dalam jumlah kecil, namun pengujian terebut belum mempertimbangkan bagaimana apabila bahan – bahan kimia tersebut digunakan dalam jangka waktu lama, dan tidak hanya  1 macam produk, tapi hampir semua produk dari ujung rambut ke ujung kaki tubuh kita terus – menerus terpapar bahan – bahan tersebut selama bertahun – tahun?

Kemudian jika muncul pertanyaan: “Kalau memang bahan – bahan tersebut tidak aman, kenapa masih banyak digunakan?” Jawabannya sederhana saja, karena alasan efisiensi  biaya dan komersialitas produk. Bahan – bahan tersebut membuat produk skin care tampil lebih menarik, lebih nyaman digunakan, lebih efektif dalam jangka waktu singkat dan yang pasti lebih efisien dalam biaya sehingga perusahaan kosmetik bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

 

Sumber:

www.ewg.org

www.care2.com

www.truthinaging.com

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar



Kode Verifikasi


Facebook

Twitter