Commercial vs Natural Skin Care

 Senin, 09 Maret 2015
Commercial vs Natural Skin Care

Banyak orang yang masih belum paham:

Memang apa bedanya sih commercial sama natural skin care product?

Memang apa salahnya pakai commercial product?

Terus keunggulan natural skin care itu apa?

Buat apa saya harus susah – susah mencari atau pakai natural skin care?

 

Dulu saya juga berpikiran seperti itu, menganggap remeh akan pentingnya produk natural dalam perawatan kecantikan dan kesehatan. Namun semenjak kulit saya menjadi semakin sensitive memaksa saya untuk melakukan riset mengenai apa saja kandungan dalam produk commercial.

 

Bisa disimpulkan bahwa produk commercial umumnya banyak mengandung bahan kimia seperti bahan pengawet, emulsifier, chemical exfoliator, alcohol, SLS, petrochemical dll yang justru mengiritasi kulit dan mengurangi kemampuan kulit untuk menggenerasi dengan baik. Umumnya suatu produk bekerja dengan baik di awal – awal pemakaian karena adanya kandungan “bahan aktif” yang sudah “teruji klinis”. Namun dalam kurun waktu tertentu efeknya berkurang, bahkan menimbulkan masalah, jadi ngga cocok, dll. Kenapa begitu? Karena walaupun mengandung “bahan aktif” yang sudah “teruji klinis”, produk tersebut menggunakan bahan – bahan kimia yang saya sebut diatas sebagai pelarut, pengisi (filler), pewangi dan pengawet, dan lama – kelamaan kulit menunjukkan reaksi negatif terhadap bahan – bahan tersebut. Akibatnya konsumen harus ganti lagi produk lain, coba – coba lagi, tidak pernah ada habisnya, problem kulit terus timbul tenggelam.

 

Selama kulit masih terpapar bahan – bahan kimia tersebut, kulit tidak akan bisa mencapai kondisi optimalnya, karena terus – menerus teriritasi. Akibat dari iritasi yang ditimbulkan bermacam – macam, seperti kulit kering, bersisik, kemerahan, jerawat, dan penuaan dini. Ironis bukan? Produk perawatan kulit yang dirancang untuk mencegah menuaan dini mengunakan bahan kimia yang justru memicu penuaan dini.

 

Belum lagi efek yang ditimbul ketika bahan – bahan kimia tersebut terserap dan menumpuk di dalam tubuh, dalam jangka panjang dapat menimbulkan gangguan fungsi organ tubuh, bahkan kanker. Ingat, kulit adalah bagian terbesar dari tubuh yang menyerap 60% dari produk perawatan kulit yang dioleskan dan langsung masuk ke dalam peredaran darah, tidak seperti system pencernaan kita dimana bahan kimia yang masuk masih harus melalui proses pencernaan yang panjang, dan disaring terlebih dahulu oleh liver dan ginjal, baru akhirnya diserap kedalam tubuh.

 

Produk alami sanggup memberikan nutrisi yang dibutuhkan kulit tanpa mengiritasi, sehingga perlahan tapi pasti kulit akan memperbaiki dirinya sendiri, mencapai kondisi terbaiknya, bukan yang putih kinclong bak porselen seperti yang dijanjikan oleh produk commercial, namun kulit yang mencapai kondisi terbaiknya akan terlihat segar, bersih, kenyal, berseri, terlihat lebih muda, dan rona wajah yang sehat. Plus bonus tubuh yang ikut lebih sehat tentunya, karena kulit sudah tidak lagi terpapar bahan kimia.

 

So, pilihan ada di tangan Anda.

 

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar



Kode Verifikasi


Facebook

Twitter